Setelah mengisi acara di kota Bengkulu grup band Republik akan pada hari Sabtu yaitu tanggal 30 Agustus 2008, akan kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Lion Air. Setelah mengisi acara pastinya sebuah band akan membawa barang banyak dan berat. Nah kemudian muncul masalah dengan pegawai Lion Air bagian bagasi.Setelah adu mulut terjadi antara kru Band Republik dengan pegawai Lion Air bagian Bagasi kemudian dapat dipisah dan Band Republik sepakat untuk minta maaf. Permintaan maaf mereka ternyata tidak terima oleh pegawai Lion Air tersebut.
Ketika pihak Band Republik sedang mencari nomer tempat duduk tiba-tiba pegawai Lion Air menarik kru yang beradu mulut tadi. Akhirnya turun lagi dari pesawat dan Rury menegurnya, pegawai Lion Air itu emosi dan langsung memukulnya.
"Saya bilang, kenapa kru saya ditarik? Tetapi mereka tidak terima dan memukul kru kita. Kita tidak terima, sempat kita bicara baik-baik, tapi mereka nggak mau dengar," ungkap Rury.
Pihak Band Republik sebenarnya ingin diselesaikan secara damai, maka Lion Air dan Band Republik di pertemukan dan pihak Lion terkesan tak mau bertanggungjawab karena tidak menyanggupi 4 point yang diajukan oleh Republik. Selain tak mau menyanggupi yang diajukan Band Republik, Lion Air juga melaporkan Republik ke pihak yang berwajib.
"Kita ingin berdamai, tapi sepertinya mereka tidak ada niat baik. Malah mereka membuat keterangan palsu dengan mengadukan saya ke pihak berwajib. Mereka bilang saya yang memulai, padahal saat pertemuan pihak Lion Air telah mengaku mereka yang memulai keributan tersebut," tambahnya.
No comments:
Post a Comment